SUMBERDAYA MILIK BERSAMA

SUMBERDAYA MILIK BERSAMA

Fri, 06/28/2019 - 12:17
0 comments
Sutoro Eko sumber daya bersama

Jumat berkah kemarin sore, saya memberi kuliah tentang sumberdaya milik bersama (SMB) atau common pool resources (CPR) kepada para mahasiswa yang tengah menjalani Kemah Belajar Kedesaan dan Kerakyatan di Nglanggeran. Kuliah ini berlangsung spontan sebagai respons saya terhadap cerita mahasiswa tentang SMB dalam bentuk desa wisata Nglanggeran.

Sebagai salah satu hajat hidup orang banyak, SMB (bukan barang privat dan bukan barang publik tetapi barang bersama atau barang komunal termasuk tanah adat dan Sultan Ground) sangat dekat secara geografis dan ekonomi-politik sekaligus relevan dengan Pasal 33 UUD1945. Dengan begitu SMB merupakan titik temu penting antara desa dan Pasal 33 untuk kemakmuran rakyat.

Desa Wisata Nglanggeran merupakan sebuah contoh kelola SMB dengan pola kolaborasi para pihak dengan wadah desa. Dengan begitu desa wisata serupa dengan kombinasi antara institusi kolaborasi ala Elinor Ostrom (1990) dan republik desa ala Robert Wade (1994).

Desa wisata mengandung teknis wisata tetapi bukan hanya teknis, namun yang lebih krusial adalah institusi yang melingkupinya. SMB juga tidak harus latah dalam bentuk desa wisata tetapi bisa juga hadir dalam bentuk pertanian, perkebunan, peternakan dst. Karena itu SMB adalah sumber dan basis kemakmuran desa. di Desa Wisata Nglanggeran. (catatan Sutoro Eko di Facebook)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.