Praktek Sukses Bumdesma Panca Mandala

Praktek Sukses Bumdesma Panca Mandala

Mon, 01/27/2020 - 15:44
0 comments

Catatan Kuliah 07

Praktek Sukses Bumdesma Panca Mandala

 

Berikut ini adalah kisah sukses Bumdesma (Bumdes Bersama) Panca Mandala dari wilayah kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. Usaha yang paling menonjol untuk saat ini adalah jasa layanan jaringan internet. Sebenarnya model bisnis yang dijalankan sangat sederhana, yaitu Bumdesma membeli bandwidth dari penyedia layanan internet (ISP) lalu dijual kembali pada masyarakat desa secara eceran.

Sebagai ilustrasi bisa digambarkan sebagai berikut: Bumdesma membeli paket 50mbps dari Indihome dengan harga Rp. 1.500.000,- per bulan, ini bisa di-ecer pada 50 keluarga (rumah) sehingga masing-masing mendapat 1mbps, katakanlah tiap keluarga yang pegang hp sebanyak 4 orang, ini masih oke walau semua orang tersebut membuka yutub, streaming video secara bersamaan. Ini adalah kontek desa, bagi orang kota yang sudah terbiasa dengan koneksi fiber optik, atau yang biasa jalan di eropa tentu akan menangis bila streaming video full HD.

Itu hanya ilustrasi saja, pasti Bumdesma Panca Mandala membeli paket yang lebih besar, sehingga harga per 1mbps jadi sangat jauh lebih murah. Perlu diketahui, tidak seperti umumnya penyedia internet hp yang dibatasi dengan kuota data, maka bila kulakan pada ISP besar macam telkom, yang diukur sebagai nilai adalah jatah kecepatan lebar pita atau bandwidth, karena tidak dibatasi kuota data maka dalam istilah umum itu artinya internet unlimited.

Latar belakang Bumdesma Panca Mandala menemukan bisnis layanan internet adalah sebagai berikut. Kecamatan Jatiwaras adalah termasuk kawasan pengembangan dengan produk unggulan buah manggis dan durian serta rempah kapulaga. Pada tahun 2016 lima desa di kecamatan Jatiwaras bersepakat mendirikan bumdes bersama dan masing-masing desa ikut menyertakan modal 100 juta dengan unit usaha budidaya dan perdagangan produk unggulan tersebut. Lima desa itu adalah: Mandalamekar, Mandalahurip, Kertarahayu, Ciwarak, dan Papayan.

Pada waktu itu, ketika konsolidasi bisnis dengan masyarakat yang tersebar di lima desa tersebut terkendala oleh sarana komunikasi, banyak lokasi yang blank spot tidak terjangkau jaringan telepon dan internet, karena termasuk kawasan desa terpencil. Soal budidaya produk unggulan terjadi perkembangan yang sangat baik, namun ketika mobilisasi dalam rangka penjualan jadi terhambat karena masalah komunikasi.

Kamudian pada tahun 2017, Bumdesma Panca Mandala mendirikan unit usaha jasa layanan internet. Ini dimaksudkan untuk memperkuat jalinan komunikasi Bumdesma dengan masyarakat desa, lewat jalur whatsapp misalnya, juga mendorong masyarakat untuk lebih banyak belajar lewat online. Disamping itu, dengan adanya internet maka pemasaran produk unggulan seperti kapulaga bisa menjadi lingkup nasional atau bahkan dunia.

Bumdesma juga difasilitasi oleh Kominfo untuk bernegosiasi dengan ISP sehingga mendapatkan bandwidth besar dengan harga khusus. Hingga sekarang untuk unit usaha internet omsetnya sekitar 60 juta per-bulan dengan ratusan pelanggan.

Pada pertengahan tahun 2019 Bumdesma Panca Mandala juga membangun Pusat Pelatihan Teknologi Informasi (IT Center) sebagai pengembangan unit usaha telekomunikasi. Dengan adanya IT center itu juga berkembang jasa layanan multimedia seperti jasa pembuatan logo, website, potografi dan olah video. Lebih lanjut lagi, Bumdesma juga mengembangkan armada shooting video dan foto, serta sound system yang banyak melayani acara pernikahan.

Ini sangat menarik bagi generasi milenial, dahulu ketika hanya usaha pertanian dan peternakan sangat sulit untuk mencari 10 pemuda supaya terlibat, sekarang partisipasi pemuda sangat tinggi, bahkan unit pertanian dan peternakan juga jadi menarik bagi mereka. Hingga sekarang Bumdesma memiliki 57 orang karyawan dan masih akan merekrut beberapa lagi,” kata Irman Meilandi, direktur Bumdesma Panca Mandala.

Catatan Penting

Pertama yang perlu dicatat adalah 5 desa bersepakat membentuk bumdes bersama, dan tiap desa setor 100 juta sebagai penyertaan modal. Menurut Irman, kesepakatan itu terjadi melalui proses yang panjang dan peran kepala desa sangat penting dalam proses ini. Persoalan utama adalah ego masing-masing desa, mulai dari produk apa yang diunggulkan dan yang menjadi komoditi bisnis bumdesma, hingga diletakkan di desa mana kantor dan gudang unit bisnis yang akan dibentuk. Akhirnya berdasarkan prinsip kebersamaan (baca: semua desa sama-sama diuntungkan), maka para kepala desa bersepakat membentuk Bumdesma.

Catatan kedua adalah masalah dan kesulitan ternyata menjadi berkah. Karena keadaan geografis maka akses telekomunikasi jadi sangat minim, ini menjadi masalah yang menghambat berbagai aktifitas yang dilakukan masyarakat desa di kawasan tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka Bumdesma Panca Mandala membuat tower untuk relay akses internet, yang akhirnya menjadi berkah dimana masyarakat desa mendapat internet murah dan unlimited, serta Bumdesma mencapai omset 60 juta per-bulan dari unit bisnis ini.

Catatan ketiga adalah tiap unit usaha yang dijalankan dengan serius akan membawa efek berantai bahkan menimbulkan unit baru yang tidak disangka sebelumnya. Awalnya adalah keseriusan pengembangan pemasaran yang terhambat, lalu muncul solusi untuk menyediakan akses internet dan dari situ berkembang menjadi banyak. Mulai dari pendirian pusat pelatihan IT, berkembangnya jasa multimudia, jasa foto dan video shooting serta sound system, kemudian karena banyak ber-urusan dengan kabel mereka bertemu dengan pabrik kabel yang akhirnya mereka bermitra untuk melakukan bisnis, yaitu Bumdesma memasok haspel, gulungan kabel terbuat dari kayu. Dan yang paling penting adalah semua jenis usaha yang dijalankan dari awal jadi berkembang maju, perlu digaris-bawahi bahwa mereka mengembangkan bisnis, dan bukan berganti bisnis serta yang lama tidak ditinggalkan.

Catatan keempat adalah pelibatan generasi milenial. Perlu disadari bahwa mereka yang paling cepat menyerap teknologi dan ide-ide baru, jadi kalau mau menciptakan inovasi baru maka perlu mempertimbangkan untuk pelibatan pemuda. Dan yang paling penting adalah pemuda merupakan pemegang tongkat estafet pada masa berikutnya, jadi harus disiapkan sejak awal. Perlu diantisipasi juga keengganan pemuda untuk masuk ke bisnis tradisional pertanian atau peternakan, karena mereka ternyata lebih suka ke kota. Ketika bisnis tradisional itu terbuka terhadap inovasi baru, maka pasti menarik bagi generasi milenial. Ini dicontohkan sangat bagus oleh Bumdesma Panca Mandala.

Kunci Sukses

Bumdesma itu kan badan usaha, tentu pengelola bumdesma ini menentukan sukses tidaknya usaha yang dijalankan. Kalau unit usahanya diisi oleh orang-orang yang tidak mempunyai talenta bisnis maka pasti tidak akan berhasil. Beberapa kasus ditemukan kegagalan karena diisi oleh kepentingan-kepentingan oknum kepala desa.” kata Pak Lucky. Bagi Kementerian Desa ini tetap dilakukan pembinaan supaya Bumdesma diisi oleh orang yang tepat, yaitu orang yang mempunyai jiwa bisnis supaya bisa menjalankan Bumdesma dengan baik dan menguntungkan masyarakat desa di kawasan-nya.

Sedangkan Pak Eko menyampaikan bahwa awalnya adalah niat, karena dasar manusia adalah hidup ber-sosial, jadi bagaimana supaya makna kebersamaan itu menjadi kunci supaya tidak terjadi masalah ke depan. Mulai dari memetakan potensi, kalau bersama maka perencanaan itu untuk kepentingan bersama sehingga perlu dimusyawarahkan dengan baik.

“Berikutnya bicara bagaimana memproduksi, kemudian pasar, jadi kalau kita mampu memproduksi tetapi tidak mampu memasarkan ya percuma. Jadi sisi produksi diselesaikan, sedangkan sisi lembaga diperkuat. Caranya adalah dengan teknologi dan transparansi. Banyak contoh kasus kelembagaan yang kuat, pasti dia transparan dan punya teknologi bahkan punya mitra korporasi.” kata Pak Eko.***

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.