Kuliah Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar

Kuliah Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar

Mon, 01/27/2020 - 13:44
0 comments

Catatan Kuliah 02

Bersama Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar

Host: Humaira & Ivanovic Agusta

 

Kuliah Pak Menteri kali ini telah direkam sebelumnya, jadi tidak bersifat live, sehingga kami catat apa adanya, sesuai dengan narasi yang disampaikan.

Tugas pokok dari kementerian desa adalah menterjemahkan dan melaksanakan visi-misi presiden. Dan sudah kita ketahui bersama bahwa Presiden telah memberikan arahan dalam periode 2020 – 2024 itu terdapat 5 hal yang menjadi prioritas dalam pembangunan.

  1. Penyederhanaan birokrasi, termasuk di dalamnya proses kerja harus dibikin singkat.

  2. Pembangunan infrastruktur yang penting untuk mendorong perekonomian

  3. Pengembangan kualitas SDM dengan cara-cara baru

  4. Deregulasi peraturan per-undang-undangan, yaitu memangkas peraturan yang mempersulit.

  5. Transformasi ekonomi berbasis manufaktur dan kemakmuran rakyat.

Penjabaran Pak Ivan, bahwa secara internal pada kementerian desa akan ada pembenahan supaya pelayanan yang diberikan kementerian makin efisien, fleksibel dan tepat sasaran. Mengenai infrastruktur, itu tidak hanya backbone yang besar namun juga percabangan yang kecil-kecil dan menjangkau perdesaan.

Mengenai kualitas SDM Pak Ivan menjabarkan bahwa ini juga menjadi perhatian utama Pak Menteri, yaitu menyangkut dua hal. Pertama, berkaitan dengan kesehatan, yaitu menghilangkan stunting di desa. Kedua, berkaitan dengan soft skill dan keterampilan yang bisa diperoleh lewat jalur pendidikan non-formal.

Kemudian soal deregulasi, Pak Ivan mengatakan bahwa Kementerian Desa sudah cukup lama melakukan, yang pada dasarnya supaya lebih leluasa dan fleksibel dalam mendukung desa, hingga tidak tersandera dalam aturan yang menghambat.

Yang terakhir transformasi ekonomi, kata Pak Ivan, jelas kita punya Bumdes. Pada tahun 2014 terdapat seribu Bumdes, pada 2018 jumlahnya meningkat jadi 45 ribu Bumdes. Sedangkan di akhir tahun 2019 menjadi 47 ribu. Artinya itu adalah peluang yang sangat besar dalam melakukan restrukturisasi dan transformasi ekonomi.

Sesi selanjutnya Pak Menteri menjelaskan arah dan tujuan Kementerian Desa, ada 7 hal yaitu:

  1. Terwujudnya desa mandiri

  2. Terwujudnya integrasi antara perdesaan dan perkotaan

  3. Tumbuh dan berkembangnya investasi perdesaan.

  4. Terwujudnya Kawasan transmigrasi menjadi satu system pengembangan

  5. Terentaskan-nya daerah tertinggal

  6. Terwujud-nya SDM Perdesaan yang unggul

  7. Terwujudnya tatakelola yang baik dan pemerintahan yang bersih dan efektif serta terpercaya

Pak Ivan mengelaborasi penjelasan tersebut, bahwa mandat yang diberikan pada kementerian desa porsi-nya lebih banyak ke pemerataan. Artinya kalau pembangunan itu banyak dilakukan di daerah tertinggal, yang itu lebih banyak di wilayah timur maka akan meningkatkan pemerataan, apalagi kalau di wilayah desa. Pemerataan itu terdiri dari banyak aspek, seperti disebutkan di atas yaitu pemerataan infrastruktur. Sedangkan aspek lain adalah pemerataan pengetahuan yang akan meningkatkan peluang inovasi di desa.

Kemudian mengenai Kawasan, yang bermakna kerja-sama antar desa, karena dengan kerja-sama maka makin besar kekuatan-nya. Rata-rata di kabupaten terdapat 160 desa, sedangkan tiap desa rata-rata melakukan investasi bisnis pada Bumdes-nya sebesar 50 juta, sehingga total di kabupaten sebesar 8 milyar. Maka bila terjalin kerja-sama antar desa maka akan berdampak sangat bagus.

Selanjutnya, supaya pegiat desa bisa terinspirasi dan bisa menjalin koneksi yang harmonis, maka perlu mengetahui arah kebijakan dan strategi Kementerian Desa PDTT, yaitu terdiri dari 8 poin sebagai berikut;

  1. Peningkatan konektivitas intra dan antar perdesaan

  2. Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia perdesaan yang unggul

  3. Peningkatan investasi produk unggulan perdesaan

  4. Pengembangan teknologi tepat guna dan teknologi digital

  5. Peningkatan keberlanjutan pembangunan perdesaan

  6. Peningkatan dan pemanfaatan modal sosial budaya untuk pembangunan perdesaan

  7. Peningkatan sinergitas pembangunan perdesaan antar K/L/D/M

  8. Peningkatan kualitas Reformasi Birokrasi

Pada skrip selanjutanya, Pak Menteri menyampaikan 5 sasaran target Kementerian yang menjadi tolok-ukur kinerja yang bersifat kuantitatif. Kelima sasaran target tersebut yakni terwujudnya desa tertinggal menjadi desa berkembang sebanyak 10.000 ribu desa, terwujudnya desa berkembang menjadi desa mandiri sebanyak 5.000 desa, terwujudnya revitalisasi kawasan perdesaan sebanyak 60 kawasan perdesaan, terwujudnya revitalisasi kawasan transmigrasi sebanyak 63 kawasan transmigrasi dan terentaskannya daerah tertinggal sebanyak 25 kabupaten tertinggal.

Pak Ivan menjelaskan bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mulai sekarang target tersebut sudah bisa ditentukan sejak awal, bahkan sampai pada tingkat desa. Karena sekarang Kementerian Desa sudah mempunyai data yang relative lengkap. Pegiat desa bisa melihat di website idm.kemendesa.go.id maka terlihat mana desa yang menjadi sasaran desa tertinggal menjadi desa berkembang, mana sasaran menjadi desa mandiri, dan seterusnya.

Pada bagian akhir Pak Menteri memperkenalkan paradigma desa surga, yang merupakan akronim dari desa membangun untuk seluruh warga. Ini merupakan kompres atau pemadatan dari arah kebijakan Kementerian Desa yang diterangkan di atas. Paradigma ini juga merupakan cara pikir khusus, sehingga menyatukan tindakan untuk mencapai tujuan terwujudnya desa surga. Paradigma desa surga adalah ruang hidup yang menempatkan warga sebagai subyek untuk berpartisipasi, merasakan hasil pembangunan, dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari.******

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.