Pemerintahan Desa

pemerintah desa

PEMERINTAHAN

Profile picture for user admin

Pemerintahan adalah gejala alamiah seumur ras manusia, jauh sebelum ada negara modern dan pemerintah(an) formal. Ketika sejumlah manusia berkumpul dan bermasyarakat, di situlah lahir pemerintahan, yakni tindakan memutuskan, atau membuat hukum, untuk mengatur mengurus hajat hidup orang banyak. Kelak apa yang disebut kesatuan masyarakat hukum adat atau desa yang disebut nama lain, juga hadir sebagai institusi pemerintahan, tentu dengan cara mereka masing-masing.

Ekonomi Masuk Desa

Profile picture for user admin
ekonomi desa sutoro eko

* ) Sutoro Eko

Malang, 11 September 2017. Prof. Maryunani mengundang saya dalam seminar "Membangun Ekonomi Desa" yang digelar oleh Pusat Studi Pembangunan Desa Universitas Brawijaya. Dalam hal desa, Prof. Maryunani sebenarnya banyak menanam tetapi tidak ikut memanen. Tahun 2001 beliau merintis dan menulis buku Alokasi Dana Desa dan banyak bicara soal otonomi desa, tahun 2004-2007 beliau merintis dan memromosikan Badan Usaha Milik Desa.

Berdesa di Kepulauan Riau

Profile picture for user admin
desa kepri sutoro eko

oleh : Sutoro Eko

Tanjung Pinang, 26-27 September 2017. Hari pertama saya memberikan kuliah umum "Desa Membangun Indonesia (DMI)" kepada civitas akademika Prodi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji. Seorang mahasiswa berkomentar: "Bagaimana mungkin desa bisa membangun Indonesia, dia membangun dirinya sendiri saja tidak mampu?"

REKONSTITUSI REPUBLIK DESA

Profile picture for user admin
republik desa sutoro eko

oleh : Sutoro Eko

Berbasis pada penelitian lapangan di tiga provinsi (DIY, Bali dan Sumatera Barat) sepanjang 2002-2010, saya membangun argumen induktif bahwa tradisi berdesa dan ukuran desa yang lebih besar mempunyai kontribusi lebih besar terhadap penciptaan kemakmuran. Tradisi berdesa berarti masyarakat menggunakan institusi desa sebagai pemegang otoritas yang absah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, sekaligus desa menjadi basis identitas dan penghidupan. Desa secara kolektif menciptakan tatanan sosial dan kemakmuran bersama.

KONTRADIKSI DANA DESA

Profile picture for user admin
kontradiksi dana desa

(oleh : Sutoro Eko)

Anda jangan pongah karena telah memberi Dana Desa (DD) sebesar 60 T, dan jangan merasa gagah perkasa karena membatalkan kenaikan DD. Besaran DD tidak sebanding dengan masalah yang dihadapi desa (beserta seluruh isinya), ibarat menggarami air laut. Bahkan besaran DD setiap tahun lebih kecil ketimbang duit yang dibelanjakan petani untuk bertani, berladang dan berkebun.