July 2019

MISKIN

Profile picture for user admin
miskin sutoro eko

(by Sutoro Eko)

Ilmu pengetahuan dan keahlian bertanya: apa ukuran kemiskinan? Bagaimana kondisi kemiskinan? Mengapa kemiskinan? Politik pengetahuan bertanya: siapa yang miskin? Yang jauh lebih penting, siapa yang membuat miskin? Politisi eksekutif dan legislatif, yang memperoleh mandat dari rakyat dan juga dipilih oleh orang miskin, tentu harus menggunakan politik pengetahuan itu. Mereka secara politik bertugas membuat pertanyaan dan pernyataan.

Ekonomi Masuk Desa

Profile picture for user admin
ekonomi desa sutoro eko

* ) Sutoro Eko

Malang, 11 September 2017. Prof. Maryunani mengundang saya dalam seminar "Membangun Ekonomi Desa" yang digelar oleh Pusat Studi Pembangunan Desa Universitas Brawijaya. Dalam hal desa, Prof. Maryunani sebenarnya banyak menanam tetapi tidak ikut memanen. Tahun 2001 beliau merintis dan menulis buku Alokasi Dana Desa dan banyak bicara soal otonomi desa, tahun 2004-2007 beliau merintis dan memromosikan Badan Usaha Milik Desa.

Berdesa di Kepulauan Riau

Profile picture for user admin
desa kepri sutoro eko

oleh : Sutoro Eko

Tanjung Pinang, 26-27 September 2017. Hari pertama saya memberikan kuliah umum "Desa Membangun Indonesia (DMI)" kepada civitas akademika Prodi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji. Seorang mahasiswa berkomentar: "Bagaimana mungkin desa bisa membangun Indonesia, dia membangun dirinya sendiri saja tidak mampu?"

REKONSTITUSI REPUBLIK DESA

Profile picture for user admin
republik desa sutoro eko

oleh : Sutoro Eko

Berbasis pada penelitian lapangan di tiga provinsi (DIY, Bali dan Sumatera Barat) sepanjang 2002-2010, saya membangun argumen induktif bahwa tradisi berdesa dan ukuran desa yang lebih besar mempunyai kontribusi lebih besar terhadap penciptaan kemakmuran. Tradisi berdesa berarti masyarakat menggunakan institusi desa sebagai pemegang otoritas yang absah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, sekaligus desa menjadi basis identitas dan penghidupan. Desa secara kolektif menciptakan tatanan sosial dan kemakmuran bersama.

KEBAJIKAN KE(WARGA)AN

Profile picture for user admin
warga desa sutoro eko

*Untuk semua, khusus untuk seorang sahabat.

(by Sutoro Eko)

Dipengaruhi oleh para ilmuwan sosial yang antipolitik, para birokrat lebih banyak bicara masyarakat ketimbang bicara rakyat. Hanya segelintir birokrat idealis yang suka bicara rakyat, dengan intonasi yang lantang bertenaga. Mengapa demikian? Konsep masyarakat direproduksi bukan tanpa makna. Sebagai konsep antipolitik, masyarakat digunakan untuk menyembunyikan subyek politik, sekaligus untuk menghindari keberpihakan pada rakyat.